Cara Menciptakan Bangku Bambu Step By Step

Cara Membuat Kursi Bambu. Kerajinan dalam pembuatan dingklik berbahan dasar bambu menjadi produk langsung dan berkualitas, juga harus membutuhkan proses yang baik.

Proses produksi yang baik akan mempengaruhi produk yang dihasilkan, baik dari segi bentuk, motif dan ukuran yang harus dipenuhi oleh pengrajinan tangan dari barang bekas ketika konsumen meminta produk yang tidak biasa.

Langkah-langkah  Membuat Kursi Bambu

 Kerajinan dalam pembuatan dingklik berbahan dasar bambu menjadi produk langsung dan berkual Cara Membuat Kursi Bambu Step By Step
kabarmagelang.com

Ada beberapa lagkah dalam menciptakan dingklik bambu, yang dimaksudkan biar pembuatan dingklik bambu menjadi maksimal. Dalam lagkah-lagkah itu teladan kecilnya kita harus menyiapkan bambu sebagai materi dasar dalam pembuatan kerajinan tangan ini. Langsung saja kita simak langkah-langkahnya di bawah ini :

Alat-alat yang Dibutuhkan

 Kerajinan dalam pembuatan dingklik berbahan dasar bambu menjadi produk langsung dan berkual Cara Membuat Kursi Bambu Step By Step
id.aliexpress.com

Dalam memproduksi kerajinan bambu, alat yang dibutuhkan sangat sederhana. alasannya yaitu dalam proses menciptakan kerajinan ini, hal yang paling penting yaitu keterampilan pembuatnya.

  • gergaji kayu gunanya untuk memotong bambu menjadi ukuran potongan banmu yang diinginkan,
  • bendo atau golok untuk memotong dan membersihkan bambu dari cabang di setiap segmen bambu,
  • Hammer atau palu pukul / besi untuk menancapkan paku pada ketika mengikat memakai tali rotan,
  • Tang digunakan pada ketika pesanan kerajinan bambu yang memakai ikatan dengan tali rotan,
  • Cishel untuk merapikan penggalan dalam batang banbu sehabis dipotong dan dibentuk lubang untuk pembuatan engsel dan pasak.
  • Bor kayu gunanya untuk menciptakan lubang. Penggunaan pengeboran ini (satu-satunya mesin tersedia) mempunyai kegunaan untuk menciptakan lubang biar bambu tidak gampang patah / retak.
  • Meter untuk menciptakan pengukuran sebelum dipotong batang bambu,
  • Cishel gesekan digunakan untuk menciptakan sebuah gesekan di belakang dingklik dengan motif binatang, bunga hiasan, atau pemandangan.
  • Pisau raut digunakan untuk membersihkan kulit batang bambu yang telah dibentuk sedemikian rupa sehingga gesekan motif ornamen-ornamen atau     ukiran akan terpandang lebih nyata,
  • Brush digunakan pada ketika finshing mebel bambu untuk memperlihatkan lapisan melamin atau pernis pada setiap permukaan furnitur bambu.

Bahan Baku

 Kerajinan dalam pembuatan dingklik berbahan dasar bambu menjadi produk langsung dan berkual Cara Membuat Kursi Bambu Step By Step
bamboo-s.blogspot.co.id

Untuk materi baku bekerjsama semua jenis bambu juga bisa untuk menciptakan produk kerajinan bambu, tetapi produksi yang sudah banyak digunakan memakai tanaman bambu (Gigantochloa verticillata).

usia bambu yang dibudidayakan yaitu 13 bulan, dengan mempertimbangkan bahwa tanaman bambu mempunyai kehidupan produktif dan mempunyai cukup lingkar untuk diolah menjadi sebuah produk kerajinan.

Proses Pengeringan

 Kerajinan dalam pembuatan dingklik berbahan dasar bambu menjadi produk langsung dan berkual Cara Membuat Kursi Bambu Step By Step
torajaexplorer.blogspot.co.id

Bambu yang digunakan untuk pembuatan mebel biasanyanya dipotong atau ditebang sehabis berumur 13 bulan dengan evaluasi bahwa bambu tersebut telah mempunyai ketebalan batang dan umur yang cukup untuk diolah menjadi sebuah produk kerajinan.

Pada tempat tropis, bambu biasanya kurang tahan usang alasannya yaitu mengandung kanji yang disukai rayap dan tempat tumbuh yang baik bagi jamur jawaban suhu dan kelembaban tinggi sehingga memerlukan proses pengawetan dan pengeringan bambu biar menjadi lebih keras dan bisa bertahan hingga lebih dari 10 tahun.

Bambu yang sudah dipotong cukup disandarkan ditempat yang cukup teduh dan didiamkan hingga kadar airnya berkurang.

Pada ketika proses pengeringan diupayakan posisi bambu jangan hingga kena sinar matahari langsung secara terus menerus alasannya yaitu bisa menyebabkan batang bambu melengkung dan berubah warna yang tidak diinginkan, sesekali perlu dilakukan penyusunan ulang dengan cara membalikkan posisi sandarannya sehingga bambu sanggup kering merata.

Untuk terhindar dari kelembaban tanah yang naik ke batang, sebaiknya batang bambu dilindungi memakai watu pada penggalan bawah batang yang sudah dipotong. Proses pengeringan ini memerlukan waktu 4-7 hari, apabila cuacanya sering turun hujan makan proses pengeringan akan membutuhkan waktu lebih lama.

Proses Pengawatan Bambu

 Kerajinan dalam pembuatan dingklik berbahan dasar bambu menjadi produk langsung dan berkual Cara Membuat Kursi Bambu Step By Step
bambubali.asia

Untuk meningkatkan daya tahan bambu dan produk dari bambu, bambu perlu diawetkan, baik dengan pengawet yang bersifat kimiawi atau dengan cara tradisional atau juga yang lebih moderen. Adapun tujuan dari pengawetan bambu tersebut adalah:

  • Meningkatkan daya tahan dan juga waktu pemanfaatan bambu.
  • Menunda dan menahan kerusakan
  • Mempertahankan stabilitas  kekuatan bambu dan strukturnya
  • Menambah ketahanan yang lain contohnya lebih tahan terhadap api.
  • Meningkatkan kualitas bambu secara estetika.

Berbagai cara pengawetan bambu diantaranya berupa :

Perendaman bambu

 Kerajinan dalam pembuatan dingklik berbahan dasar bambu menjadi produk langsung dan berkual Cara Membuat Kursi Bambu Step By Step
bambuy.blogspot.co.id

bambu yang sudah ditebang direndam selama berbulan-bulan bahkan hingga tahunan supaya bambu tersebut tahan terhadap serangan hama dan pelapukan.

Perendaman dilakukan baik di kolam, parit, sawah, sungai atau di laut. Kelemahan dari sistem ini ialah bambu yang direndam dengan waktu usang ketika diangkat akan mengeluarkan lumpur dan aroma yang tidak sedap, akan butuh waktu yang cukup usang untuk mengeringkan hingga amis berkurang dan sanggup digunakan sebagai materi bangunan.

Pengasapan Bambu

selain waktu penebangan dan perendaman, secara tradisional bambu juga kadangkala diasap tujuannya untuk meningkatkan daya tahan bambu. Secara tradisional sebuah bambu diletakkan di tempat yang berasap (dapur atau tempat pembakaran lainnya), kelembaban bambu secara sedikit demi sedikit berkurang sehingga kerusakan secara alami sanggup dihindari.

Saat ini bekerjsama cara pengasapan sudah mulai dimodernisasi, beberapa produsen bambu di Amerika Latin dan Jepang telah memakai sistem pengasapan yang lebih canggih untuk mengawetkan bambu dalam skala besar guna kebutuhan komersil.

Pencelupan dengan kapur

Bambu dalam bentuk belah atau risan dicelup dalam larutan kapur (CaOH2) yang setelahnya bermetamorfosis kalsium karbonat yang bisa menghalangi peresapan air hingga bambu terhindar dari serangan dan jamur.

Pemanggangan/pembakaran

Biasanya dilakukan untuk membengkokkan atau meluruskan bambu. Proses ini sanggup merusak struktur yang terkandung dalam bambu yang membentuk karbon , sehingga tidak disenangi oleh jamur atau kumbang.

Proses Pengolahan

 Kerajinan dalam pembuatan dingklik berbahan dasar bambu menjadi produk langsung dan berkual Cara Membuat Kursi Bambu Step By Step
kabarmagelang.com

Kemudian, sehabis di atas terpenuhi semuanya yang masih berisi air bambu harus diperhatikan. Untuk mengurangi kadar air dalam bambu, harus dikeringkan terlebih dahulu, bisa memakai panggangan atau juga metode manual yang dikeringkan memakai sinar matahari sehingga kualitas produknya pun menjadi lebih keras dan akan lebih bisa bertahan lebih dari 10 tahun.

Metode pengawetan memakai cara alami, dan untuk menghasilkan kualitas yang sangat baik terutama bambu untuk produk kerajinan diharapkan waktu yang cukup kurang lebih 3-6 bulan harus direndam dalam air. DIsarankan dalam proses perendaman biar direndam disungai, kali, kobakan air atau menciptakan kolam renang sendiri.

Setelah mejalani proses perendaman, angkat dan tempatkan bambu biar rendaman air tak tersisa lagi, dan pastikan tempat yang akan digunakan terlindung dari matahari dan hujan dan ruangan tidak terlalu sempit sehingga udara bisa masukuntuk bersirkulasi

Untuk produksi tingkat yang dipilih, perlu sekitar 12 batang model sudut dan 6 batang bambu untuk model Sofa. proses produksi bambu kerajinan yang pertama menciptakan sebuah bingkai (meja/kursi), proses awal dalam memilih perhitungan yang sempurna yaitu harus memperhatikan dari ukuran, menciptakan lubang yang cocok dan apakah sesuai dengan minat pesanan.

batang bambu diukur untuk setiap penggalan dan dipotong dengan memakai kayu gergaji. batang bambu dengan diameter terbesar (dalam hal ini penggalan bawah bambu) digunakan untuk kaki-kaki dingklik bambu. Adapun batang bambu yang lebih kecil bisa digunakan untuk membingkai bawah, atas, belakang, dan depan dingklik atau meja kaki terpisah.

Merakit bambu dimulai dengan memasuki kaki dingklik bambu yang telah tamat dilubangi. Aperture harus disamakan dengan ukuran batang bambu yang mau dimasukkan, sehingga frame dingklik tidak bergoyang. Memasukkan bambu di dalam lubang yang telah dibentuk harus lebih berhati-hati biar tidak melanggar dan furniture bingkai bambu mampuh berdiri kokoh. Periksa sudut-sudut frame berada dalam keadaan simetris atau tidak.

Setelah ada pesanan kemudian diikat dengan rotan.  Kemudian ukuran bambu dibagi sekitar 2 cm untuk digunakan sebagai bantalan dingklik dan meja serta sandaran. Biasanya untuk sisanya, ada bambu khusus yang mempunyai sebuah hiasan bergambar untuk menambahkan aksesoris dan menghindari sifat monoton.

Untuk proses finishing dilakukan dengan proses pengamplasan bambu, dalam pengamplasan diharap tidak terlalu ditekan, sehabis itu dipernis atau memakai melamin. Dalam pengeringan melamin atau lacquer tidak langsung terkena sinar matahari yang cukup diangin-anginkan saja hingga kering. Seperti itulah cara menciptakan dingklik bambu.

Berikut Video Pelatihan Cara Membuat Kursi Bambu


Sumber https://ibnuasmara.com/